Showing posts with label sifat batuan. Show all posts
Showing posts with label sifat batuan. Show all posts

Sunday, November 2, 2014

KOMPRESSIBILITAS

Menurut Geertsma, terdapat tiga macam kompressibilitas pada batuan yaitu :
a.      Kompressibilitas matriks batuan, yaitu fraksional perubahan volume dari material padatan batuan (grain) terhadap satuan perubahan tekanan.
b.      Kompressibilitas batuan keseluruhan, yaitu fraksional perubahan volume dari volume batuan terhadap satuan perubahan tekanan.
c.      Kompressibilitas pori-pori batuan, yaitu fraksional perubahan volume pori-pori batuan terhadap satuan perubahan tekanan.
Batuan yang berada pada kedalaman tertentu akan mengalami dua macam tekanan, yaitu ;
·           Internal stress yang berasal dari desakan fluida yang terkandung di dalam pori-pori batuan (tekanan hidrostatik fluida formasi)
·           External stress yang berasal dari pembebanan batuan yang ada di atasnya (tekanan overburden)

TEKANAN KAPILER

Tekanan kapiler (pc) didefinisikan sebagai perbedaan tekanan yang ada antara permukaan dua fluida yang tidak tercampur (cairan-cairan atau cairan-gas) sebagai akibat dari terjadinya pertemuan permukaan yang memisahkan mereka.Perbedaan tekanan dua fluida ini adalah perbedaan tekanan antara fluida “non wetting fasa” (Pnw) dengan fluida “wetting fasa” (Pw) atau :
              
Di reservoir biasanya air sebagai fasa yang membasahi (wetting fasa), sedangkan minyak dan gas sebagai non-wetting fasa atau tidak membasahi.
Tekanan kapiler dalam batuan berpori tergantung pada ukuran pori-pori dan macam fluidanya. Secara kuantitatif dapat dinyatakan dalam hubungan :
           
dimana :
Pc     = tekanan kapiler
σ       = tegangan permukaan antara dua fluida
cos q = sudut kontak permukaan antara dua fluida
r         = jari-jari lengkung pori-pori
Δρ     = perbedaan densitas dua fluida
g        = percepatan gravitasi
h       = tinggi kolom
Tekanan kapiler mempunyai pengaruh yang penting dalam reservoir minyak maupun gas, yaitu :
·           Mengontrol distribusi saturasi di dalam reservoir.
·           Merupakan mekanisme pendorong minyak dan gas untuk bergerak atau mengalir melalui pori-pori reservoir dalam arah vertical.

SATURASI FLUIDA

Saturasi fluida adalah perbandingan antara volume pori batuan yang ditempati oleh stu fluida tertentu dengan volume pori batuan . adapun jenis- jenis dari saturasi batuan reservoir yaitu :
1.      Saturasi gas adalah volume pori yang diisi gas dibagi dengan volume total yang dinyatakan dengan Sg.
2.      Saturasi minyak adalah volume pori yang diisi minyak dibagi dengan volume pori total yang dinyatakan dengan So.
3.      Saturasi air adalah volume pori yang diisi air dibagi volume pori total yang dinyatakan dengan Sw.
Persamaan untuk saturasi suatu fluida dapat dirumuskan sebagai berikut :
Sw = Vw/Vp X 100%
So  = Vo/Vp X 100%
Sg = Vg/Vp X 100%
Dimana :
Vw = volume air, cc
Vp = Volume pori, cc
Vg = Volume gas, cc
Jika pori – pori batuan diisi oleh fluida minyak, gas, dan air, maka berlaku hubungan :   Sg + So + Sw = 1
Jika diisi oleh minyak dan air saja, maka berlaku hubungan :
Sg + So = 1
 Pemberian skala visual untuk saturasi fluida :
So > 10%, Sw < 50%, adalah lapisan yang memproduksi minyak.
So < 10%, Sw < 50%, adalah lapisan yang memproduksi gas.
S< 10%, Sw > 50%, adalah lapisan yang memproduksi air.