Showing posts with label anoda. Show all posts
Showing posts with label anoda. Show all posts

Tuesday, November 11, 2014

JENIS KOROSI

Beberapa Produk anti korosi (karat) di pasaran hanya  cocok untuk kondisi karat tertentu saja , padahal jenis korosi ada banyak jenisnya. Antara lain :
  1. Karat Proses Elektrokimia : karat atmosfer, karat-karat galvanis, karat arus liar, karat air laut, karat tanah, dll
  2. Karat Proses Kimia : karat pelarutan selektif karat merkuri, kart asam, karat titik embun, gravitasi. dll
  3. Karat Proses Kombinasi Elektrokimia, kimia dan fisik : karat tegangan, korosi erosi,dll
  4. Karat Mekanis : fretting, fatiq, serangan tumbukan partikel, kavitasi, erosi/ abrasi,dll
  5. Karat suhu tinggi : oksidasi, karat metal cair,dll
  6. Karat biologis : bakteri pereduksi sulfat
  7. Pembusukan metal karena cemaran zat kimia: penggetasan hidrogen, penggetasan sulfur, penggetasan caaustic, hydrogen blister, dll
  8. Karat batas kristal metal : intergranullar / intercrystaline corrosion, interdendritic corrotion

KOROSI

Korosi atau perkaratan logam merupakan proses oksidasi sebuah logam dengan udara atau elektrolit lainnya, dimana udara atau elektrolit akan mengami reduksi, sehingga proses korosi merupakan proses elektrokimia, lihat Gambar 7.11.
gambar 7.11
Gambar 7.11. Korosi logam Fe dan berubah menjadi oksidanya
Korosi dapat terjadi oleh air yang mengandung garam, karena logam akan bereaksi secara elektrokimia dalam larutan garam (elektrolit). Pada proses elektrokimianya akan terbentuk anoda dan katoda pada sebatang logam. Untuk itu, kita bahas bagaimana proses korosi pada logam besi. Pertama-tama besi mengalami oksidasi;
Fe  Fe2+ + 2e E0 = 0.44 V
dilanjutkan dengan reduksi gas Oksigen;
O2 + 2 H2O + 4e  4OH- E0 = 0.40 V

Kedua reaksi menghasilkan potensial reaksi yang positif (E = 0.84 V) menunjukan bahwa reaksi ini dapat terjadi. Jika proses ini dalam suasana asam maka, proses oksidasinya adalah
O2 + 4 H+ + 4e  2 H2O E0 = 1.23 V
dan potensial reaksinya semakin besar yaitu:
E = (0.44 + 1.23) = 1.63 Volt.

Dengan kata lain proses korosi besi akan lebih mudah terjadi dalam suasana asam. Faktor yang mempengaruhi proses korosi meliputi potensial reduksi yang negatif, logam dengan potensial elektrodanya yang negatif lebih mudah mengalami korosi. Demikian pula untuk dengan logam yang potensial elektrodanya positif sukar mengalami korosi.

Untuk mencegah terjadinya korosi, beberapa teknik atau cara diusahakan. Dalam industri logam, biasanya zat pengisi (campuran) atau impurities diusahakan tersebar merata didalam logam. Logam diusahakan agar tidak kontak langsung dengan oksigen atau air, dengan cara mengecat permukaan logam dan dapat pula dengan melapisi permukaan logam tersebut dengan logam lain yang lebih mudah mengalami oksidasi.
Cara lain yang juga sering dipergunakan adalah galvanisasi atau perlindungan katoda. Proses ini digunakan pada pelapisan besi dengan seng. Seng amat mudah teroksidasi membentuk lapisan ZnO. Lapisan inilah yang akan melindungi besi dari oksidator.

kesimpulannya adalah sebagai berikut :

Faktor yang berpengaruh terjadinya korosi

1. Kelembaban udara
2. Elektrolit
3. Zat terlarut pembentuk asam (CO2, SO2)
4. Adanya O2
5. Lapisan pada permukaan logam
6. Letak logam dalam deret potensial reduksi


Mencegah Terjadinya Korosi
1. Dicat
2. Dilapisi logam yang lebih mulia
3. Dilapisi logam yang lebih mudah teroksidasi
4. Menanam batang-batang logam yang lebih aktif dekat logam besi dan dihubungkan
5. Dicampur dengan logam lain